Pages

Sabtu, 02 Mei 2020

#Apa

Saya bukan orang baik, saya bilang terhadap orang-orang terdekat saya.
Saya ini pemarah, saya jika berbicara ceplas-ceplos, kaku, ya tiga hal itu yang selalu saya bilang dengan orang yang ingin saya anggep sahabat atau temen dekat.

Saya mempunyai beberapa orang terdekat saat di perkuliahan, disana saya lah manusia yang kadang mulutnya susah di rem dan ternyata mereka pun setipe dengan saya. Mereka seiring berjalannya waktu dapat menerima saya dan saya pun dapat menerima mereka.

Setelah bertahun-tahun kenal, namanya pertemanan yang mengelompok pasti pernah mengalami perdebatan serta selesih paham yang menyebabkan kita terpecah menjadi 2 kelompok.

Perpecahan itu terjadi tidak terlalu lama dan akhirnya kami akrab kembali, sampai saat ini kami masih berkomunikasi. Saya bukanlah orang yang mempunyai banyak teman, kadang di situasi terlalu ramai membuat kepala saya berasa pusing dan setelah sampai dirumah lelah sekali rasanya.

Ini cerita yang saya tulis memang tentang diri saya, mungkin pembaca akan mengira saya orang yang egois karena hanya menceritakan diri sendiri. Ya! Anggap saja pemikiran anda benar. Itu urusan anda, bukan urusan saya.

Kita tidak bisa mengontrol pemikiran orang lain dan mengubahnya sesuai dengan yang kita inginkan. Huft... teringat dengan olokan-olokan teman-teman saya di lab fisika. "Kit kit mungkin kelak kau nikah sama robot atau mereka bilang, bikin robot aja kit buat di jadi kan pasangan".

Iya itu semua mereka katakan karena, yang mereka tau saya Jomblo. Jika di lihat teman-teman wanita yang akrab dengan saya, mereka semua memiliki pasangan. Sedangkan saya lebih suka di lab, saya dan teman-teman dekat saya berbeda bidang minat. Saya sendiri yang mengambil pemintan instrumentasi & komputasi, sedang yang lainnya ke geofisika & kelautan.

Kenapa saya memilih sendiri, karena saya kurang suka ke tidak jelasan. Hubungan yang menyita waktu tanpa alasan yang pasti, di saat kuliah itu saya hindari.
Karena pada saat itu saya belum bisa fokus pada dua hal dalam waktu yang bersamaan.

Kamis, 30 Januari 2020

Pembenaran Teori KH

Cinta itu pernikahan, itu harga mutlak.
Jika itu cinta, maka pengorbanan yang dilakukan tanpa menuntut balasan.

Apa yang terjadi antara dua lawan jenis sangat-sangat harus di perhatikan, pernikahan adalah jalan terbaik untuk dua anak manusia yang berlawan jenis untuk saling mengiatkan bahwa hidup bukan hanya untuk dunia.

Banyak manusia yang terjebak dalam ketidak warasan rasa yang terlalu di lebih-lebihkan ini.
Belum ada yang bisa menepis prinsipku, bawa cinta adalah pernikahan.

Cara menembus keterbatasan antara dua anak manusia yang berlawan jenis untuk mengabdi pada penciptanya.

Selasa, 26 November 2019

Karena Hati Hanya Bisa Merasakan


Hati.

Setiap manusia memiliki hati, ada yang mendengar kan kata hati saja pada setiap tindakannya.
Ada pula yang menggunakan fikiran di dalam tindakannya dan sedikit manusia yang menggunakan hati dan fikirannya dalam bertindak.

Manusia yang sedang jatuh cinta lebih mementingkan perkataan hati dari pada fikirannya, seseolah obyek yang sedang ia sukai adalah yang paling sempurna.

Manusia yang sedang kacau lebih berfikir menggunakan logikanya, sering terjadi tindakan yang dilakukan di luar hati nuraninya. 

Manusia yang stabil kondisinya, berfikir menggunakan hati dan logikanya.

Kita manusia bukan? Diberi kebebasan oleh-Nya. Kita akan menjadi apa yang kita lakukan hari ini, esok dan seterusnya. 
Waktumu singkat, lakukan apa yang menurutmu benar. Jika kamu belum mengetahui apa yang harus kamu lakukan, bersyukurlah kamu cepat menyadari itu.

Senin, 30 Januari 2017

Tugas akhir pasti berakhir

Tugas akhir atau yang di sebut skripsi merupakan bentuk pertanggung jawaban seorang mahasiswa terhadap dirinya sendiri, bukan terhadap orang tua, dosen dan pacar mereka.
Tugas akhir bisa disebut proses pendewasaan seseorang dalam menghadapi kehidupan (ha ha ha).

Tahap awal dalam memulai yaitu penentuan "judul" menurut pengalaman yang udah gue rasain, mendapatkan itu lebih mudah dari pada mempertahankan (judul skripsi).
Jangan pernah menyerah untuk mempertahankan hal yang udah lo pilih, walaupun banyak banget godaanya. Seperti mendapatkan judul baru yang lo anggep lebih mudah, dapet tawaran judul baru dari dosen dan di biayain penelitiannya.

Memasuki tahap kedua yaitu penulisan, bingung ya menerjemahkan penulisan sesuai KBBI biasanya pake bahasa gaul atau bahasa derah begitu nulis skripsi setiap ejaannya harus diperhatikan.
Hal yang harus lo pahami yaitu "banyak baca jurnal atau tulisan yang berkaitan dengan topik yang akan lo kaji" dengan banyak baca lo bakal semakin paham tujuan dari penelitian lo itu mau kemana dan untuk apa. Kurangi dulu kebiasaan nonton anime, baca novel dan kegiatan lainnya yang kurang penting "FOKUS" dan pasang "TARGET" buat target perminggu lo harus bisa nyelesaian apa terhadap skripsi lo itu. Jika "jenuh" bisa lo tinggalin dulu tapi jangan lupa untuk "balik lagi terhadap tanggung jawab" jika tidak bisa bertanggung jawab terhadap diri sendiri, bagaimana bisa untuk bertanggung jawab terhadap hidup orang lain seperti jadi (pemimpin).

Setelah melewati masa-masa "galau" bimbang dengan judul, susah nulis, di php dosen dan banyak hal lainnya pada masa itu. Tahap selanjutnya yaitu ujian, tahap ini bakal diuji seberapa paham sipenulis terhadap tulisannya.

Skripsi itu (menentukan judul, nulis lalu ujian) prosesnya membutuhkan komitmen dan ke konsistenan.
Jangan terlalu senang jika sudah melewati ujian "skripsi" masih banyak ujian lainnya di luar dunia perkuliahan.

Jumat, 09 Desember 2016

Sikap

Ini bukan masalah umur. Dewasa itu bagaimana sikap seseorang dalam menentukan pemecahan masalah pada setiap kesulitan yang mereka hadapi. Masih banyak orang yang sudah berusia tapi kelakuannya masih seperti anak-anak, ya boleh saja berlaku seperti itu asal pada tempatnya seperti saat bersama keluarga atau sahabat.
Belajar menempatkan diri dan sikap pada setiap posisi atau keadaan. Agak sulit tapi ini bisa melatih pola pikir seseorang terhadap sesamanya. Bagaimana menentukan setiap sikap, nada bicara, serta bahasa tubuh.
Setiap manusia berhak untuk mempunyai rasa ke egoisan, tapi bagaimana seseorang itu mengendalikan rasa egoisnya menjadi suatu daya tarik tersendiri bagi sesamanya.

Banyak orang yang menghadapi masalah lebih berat dari anda, tetapi mereka memilih menyimpannya sendiri. Tidak membagikan ceritanya kepada sesamanya atau membagi masalahnya di media sosial.
Membagi masalah dimedia, akan menimbulkan rasa kepuasan sendiri terhadap seorang penulis. Akan ada rasa "lega" di bandingkan saat mereka menyimpannya rapat-rapat. Ada satu cara gimana bisa membuat isi hati yang penuh itu agar tercurah pada tempatnya, bagikan cerita dengan sang pemilik cerita. Dialah maha pengatur segalanya, itu sama halnya dengan hal yang biasa dilakukan saat isi hati sudah penuh terhadap dunia.

Minggu, 06 November 2016

Ide Bisnis (Nyemak Ajo)

Otak gue buntu dan susah untuk menulis lagi, apa ini efek dari ilmu eksak? Hahaa ini lebay, seharusnya gue nulis tentang fisika dan lainnya. Minal yang lebih penting dan berguna, tapi males. Blog ini hiburan gue, kalo gue masih harus mikir dalam menulis mendingan gue bikin buku aja.
Nyesek ya ketika melihat temen udah wisuda duluan dan kita bisa menebar senyum palsu. Padahal dalem hati "woi gue kapan? Tungguin kek". Wisuda ketika 2 minggu setelah itu lo bakal berfikir cari kerjaan, cari pasangan hidup, terus apa lagi? Jika hidup hanya mencari-cari maka akan banyak orang yang berjualan untuk memenuhi pencarian wkwk.
Iya contohnya aja ya untuk mencari pasangan via dunia maya, udah ada beberapa aplikasi yang gue tau, tinder, meet me, dan lain-lain. Ini adalah sebuah usaha bisnis yang mengiurkan, karena banyak konsumen yang membutuhkan media ini agar mendapatkan pasangan hidupnya. Contoh lagi aplikasi untuk mencari pekerjaan jobstreet, lowongan kerja, dan lain-lain. Apa banget bahasan gue ini, yang penting blog ke isi walau isinya ga penting. Asal jangan mengandung sara, kalo mengandung sara siapa yang mau tanggung jawab coba. Apalah.

Minggu, 16 Oktober 2016

Ini apa?

Keadaan berubah ya cepet banget dan gue belum bisa berdamai dengan diri sendiri. Ini ada yang kurang tapi apa? Ah sudah lupakan saja, tidak juga dapat memecahkan masalah ini.
Bosan banget tugas akhir yang gue kaji selama setahun lebih. Gue mau kemana? Yang jelas gue mau segera keluar dari keadaan ini. Jenuh banget, gue orangnya bosenan. Gabisa lama pada suatu keadaan, bosen bukan berarti harus meninggalkan. Tapi kalo di posisi ini ah taik banget, gue mau ngeluh sama orang tua juga pasti ga bakal dapet apa-apa. Pasti malah di balikin omongan gue "siapa suruh kuliah di situ, siapa suruh ngambil fisika" ini resiko di beri kebebasan memilih. Harus bertanggung jawab dengan pilihan sendiri.
Dan orang juga bosen denger cerita tugas akhir gue ini yang ga mengalami perkembangan. Gue ceritain sama orang yang ga paham dan malah bikin pusing karena mereka banyak tanya, harusnya lo dengerin aja udah gitu.
Gue ga bisa ngatur waktu, ah mau jadi apa gue ini? Kata mereka jalanin aja kit. Gue bukan tipe orang yang bisa jalan tanpa tujuan, semua harus jelas atau minimal punya gambaran kedepannya.
Merasa ga berguna, ketika kaka gue bisa ngasih apa yang orang tua mau. Sedangkan gue masih minta uang dari beliau, merengek ketika uang itu habis. Apakah kebahagiaan hanya bisa dilakukan dengan uang? Ah sudah gue mulai menerka-nerka.
Ada yang bilang "gitu aja pusing kit, itu mah belum seberapa di bandingin kehidupan setelah selesai kuliah, kehidupan sosial di masyarakat" huh gue mulai menghela nafas disaat ada omongan seperti itu.
Menyikapi dinamika kehidupan yang pasang surut kaya gelombang laut ini. Harus punya perahu yang kokoh dan nahkoda yang handal.

Minggu, 17 Januari 2016

Confused

Rasa. Bimbang, takut, malu, bosan, butuh keramaian.
Kadang aku ingin menjadi angin, yang sudah tentu kemana arahnya.

Aku ini siapa? Manusia, manusia yang telah diciptakan untuk bebas menentukan khendaknya sendiri.
Jiwaku mati, ketika apa yang di perjuangkan tidak sesuai dengan hasil yang diingikan dan aku tidak mempunyai khendak lain selain cepat untuk menuntaskannya.

Manusia bebas memilih jalan hidupnya, tapi satu yang aku pahami bahwa dunia bukan tempat abadi.

Sabtu, 12 September 2015

Suatu cerita saya mendapatkan keluarga lagi.

Udah lama ga nulis.
Kkn adalah jenjang dimana pertanda bahwa kita sudah memasuki semester atas atau semester tua.
Saya kkn dari tanggal 01 juli - 31 agustus, waktu yang menurut saya begitu sebentar.
Saya mendapat lokasi yang paling sunyi dimana sebelah kanan hanya ada satu rumah yang bertetangga dengan rumah yang saya tempati, sebelah kiri makam masyarakat yang sudah puluhan tahun, depan sekre  kami perumahan sedang dibangun masih lama untuk di tempati dan belakang sekre kami masih kebun kosong yang dipenuhi oleh ilalang. Lokasi sekre kami memang terkenal dengan tempat yang bisa dibilang "rawan" tapi kami mempunyai prinsip "berbuat baik, sopan dan jangan mengusik warga disini maka mereka tidak akan mengganggu kita".
Satu hari kami menempati sekre ini ada orang yang menggunakan lem untuk meraka hirup, mereka menghirupnya di luar jendela kamar perempuan dan itu membuat saya, ayu, diana, dan yepi tidak bisa tertidur. Sedangkan yang laki - lakinya, ronaldi, eko, nanda, dan bang irfan tidur di luar karena mereka memang bertugas menjaga kami yang perempuan. Hahaa
Hari kedua, ada orang atau bisa dibilang pereman atau penjaga yang datang ke sekre kami, memang maksud dia baik tetapi penampilannya yang membuat kami menjadi sedikit takut.
Hari kelima, ada kejadian sapi warga di ambil dengan cara yang tragis sehingga menyisakan darah sapi yang berceceran di tengah jalan.
Alhamdulillah lama - kelamaan kami sudah biasa dengan keadan di sekre, dari mulai mendengar suara binatang - binatang dan gemuruh petir pada saat hujan turun.
Awal kkn memang banyak rasa bosan yang menghantui, karena kita belum menjalankan program kegiatan tapi setelah masuk ke bulan kedua, rasa bosan berubah menjadi rasa rindu. Ketika bulan kedua setiap anggota aktif untuk mengurus program, dari program kelompok yang memerlukan waktu untuk meninggalkan sekre dan program individu.
Waktu yang kami lalui berdelapan, susah, senang, canda, tawa, serta ribut karena masalah yang sepele dan akhirnya baik lagi sudah kami lalui dan itu semua terasa sangat cepat.
Di penghujung waktu kami saling berpendapat untuk mengkoreksi satu sama lain, kalimat yang sama terucap dari kami anggota perempuan "gamau pisah" dan yang laki - laki mengucap "gaada yang masakin lagi deh", "gaada yang bisa ambo gangguin" dan intinya kami masih mau sama - sama.
Cerita KKN hanya satu kali seumur hidup, kata diana dan nanda menambahkan jika kita S2 nanti ga ada KKN.
Walaupun kita udah ga di sekre tapi kami masih bisa sama - sama, kata yepi.
Pesan dari bang irfan, untuk yang perempuan. Jangan malas bangun pagi terus masak karena itu kewajiban.
Saya, ayu, eko dan ronal hanya diam dan mobil yang ditunggu untuk mengakut barang sudah datang.

Kamis, 04 Juni 2015

Cuman cerita

Bengkulu, 5 Juni 2015
Di ruang kelautan fisika mipa aku menikmati kesibukan setiap orang yang ada di hadapanku. Mereka berlalu lalang di hadapanku, sibuk membicarakan laporan arus laut dan pasang surut. Aku tidak mengambil matakuliah itu, karena aku mengambil bidang minat instrumentasi.
"mana data yang kemarin"
"mana foto waktu pratikum kemarin"
"aduh laporan aku belum selesai, datanya mana data"
Dan masih banyak perkataan lain yang masuk ke telinga ku yang tertutup handset.
Semua orang menjalani kesibukannya, entah kenapa aku susah melakukan pekerjaan jika suasana tidak kondusif dan terlalu bising.
Pagi ini, aku lebih menikmati alunan musik yang walaupun aku tidak tau lagu yang aku putar ini lagu siapa.
Ya, aku tidak terlalu menggemari musik. Banyak yang bertanya tentang lagu tapi aku tidak bisa menanggapinya.
Banyak karakter yang saling bertentangan di ruangan ini, pagi ini aku tidak banyak bicara dan jahil seperti biasa karena kondisi fisik yang kurang baik.
Diantara kami sudah ada yang bosan dengan perkuliahan ini, walau kami masih semester 6. Menurut aku perkuliahan ini bukan hanya sekedar menuntut ilmu, tapi mengkondisikan keadaan sebelum kita beneran bersosialisasi dengan masyarakat dan lingkungan sekitar.
Sopan santun dan etika sangat lebih penting di bandingkan ipk yang tinggi, ya itu kata seorang wanita yang telah melahirkan ku.
Beliau tidak pernah menuntut aku untuk jadi anak yang pandai di bidang akademik, orang tua ku memberikan kebebasan kepada ku untuk memilih jalan hidup.
Mungkin karena aku anak terakhir.

Kepalsuan di negriku

Aku lahir dan tumbuh di negri yang kaya raya "katanya". Waktu aku berumur 10tahun kota yang ku tempati tidak terlalu padat seperti sekarang!
Semakin lama aku tumbuh, aku menyadari sisa jalan dirumahku kian menyempit.
Oh apa karena tanah ini bergeser? Tidak! Jumlah kendaraan yang seperti BOM ini membanjiri jalan. Sampai jalan tikus pun di jadikan jalan gajah. Dimana? Dimana otak para pemimpin ku? Kenapa mereka membiarkan perusahaan yang menjual kendaraan, mengobral dagangannya? Harga motor seperti harga kambing. Belum lagi harga mobil murah yang kualitas kecepatannya beda tipis dengan motor.
Waktu tahun 2003, aku bisa memilih tempat duduk di kendaraan umum. Sekarang? Semua sesak, tidak bisa aku menghirup udara dalam kendaraan ini.
Masalah kepalsuan negriku adalah pemenangnya.
Mulai dari uang palsu yang marak di tahun 2000an dan sekarang aku mendengar ijazah palsu dan yang paling miris adalah beras palsu!
Ini negara kaya tuan, kami bisa menghasilkan kualitas beras terbaik bahkan kami punya bahan pangan yang bisa menggantikan beras.
Buat apa kalian duduk disitu? Kursi itu bukan untuk cari nafkah! Jika tidak ada uang tidak usah bicara politik.
Semua pemimpin di negara ku memakai topeng, aku tidak bisa mengenalinya. Cuman tuhan yang tau siapa mereka, tugas yang harus aku lakukan menjadi "siapa" agar aku bisa melakukan "apa".
Ada benarnya mahasiswa tidak usah berdemo, lebih baik selesaikan kuliah dan menjadi "siapa". Tapi ini beda mahasiswa dan siswa! Kami tidak bisa diam jika melihat sesuatu yang melenceng dari aturan, kami mahasiswa berhak untuk mengawasi negri kami yang katanya kaya raya ini. Walau aksi kami sering tidak di tanggapi, dianggap bodoh dan sia - sia, jika kami bersatu! Kami bisa melengserkan presiden.
Wahai pemimpin ku. Andai saja kalian di didik dengan agama yang baik, pasti kalian tau dimana kalian akan kembali! Semesta ini bukan rumah kita!

Kamis, 14 Mei 2015

Hujan

Aku ingin menjadi seperti hujan yang membasahi tanah tandus dan pepohonan disekitarnya.
Aku ingin seperti hujan yang datang bersamaan dengan kawannya, hujan tidak pernah sendirian.
Aku ingin menjadi seperti hujan, supaya aku bisa menembus langit tertinggi.
Aku ingin menjadi seperti hujan, ramai ketika turun dan menyentuh atap rumah.
Aku ingin seperti hujan yang menyisakan rindu ketika berhenti.
Aku ingin seperti hujan, yang menyamari air mata ketika seseorang menangis bersamaku.
Hujan begitu manis dan indah ketika turunnya di pedesaan.
Hujan jadi begitu menakutkan ketika turun di kota besar.
Hujan mengiatkan aku pada memori masa itu, dimana aku masih berpangku padamu. Kamu laki - laki pertama yang menenangkan aku ketika aku sangat takut pada cahaya yang menimbulkan suara yang begitu menggelegarkan semesta.
Aku merindukan kamu, kita sudah lama tidak bertemu.

Minggu, 19 April 2015

Sepatu

Kita adalah sepasang sepatu selalu bersama tak bisa bersatu.
Gimana kita bisa bersatu jika kamu di kanan dan aku berada di sebelah kiri.
Gimana jika kita bermetamorfosis?

Senin, 13 April 2015

Komunikasi

Setiap ku ajak mereka bercerita, entah kenapa aku susah untuk menceritakan tentang apa yang ada di pikirkanku.
Mereka terlalu bersemangat untuk menceritakan dirinya aku hanya bisa diam dan memperhatikan cerita mereka, menyimpan cerita ku sendiri atau aku bagikan pada semesta.
Entah kenapa otak ini susah untuk mengubah pemikiran menjadi pembicaraan, aku lebih mudah mengubah pemikiran menjadi tulisan, walaupun tulisan yang tidak berbobot aku tidak peduli kepada mereka yang mengkritik seperti itu, karena ini tulisan ku.
Kamu berbicara, aku menulis. Tapi apa kamu tau pembicaraan mu itu sering menyakiti orang lain?
Itu urusanmu, bukan urusanku.
Saat berbicara yang kamu pikirkan mengungkapkan apa yang ada dalam benakmu untuk diterima oleh orang lain, bagaimana kau mengubah isi kepalanya sesuai dengan kehendakmu.

Setiap manusia memerlukan komunikasi langsung. Sering - seringlah berbicara dengan sesamu, jangan sampai benda yang mengusai bahasa dan imajinasimu.
*bayangin manusia menggunakan bahasa mesin * (bahasa mesin contohnya = C++, basic, assembly,dll)

Sabtu, 28 Maret 2015

Ilusi

Saat kau dilahirkan dengan keterbatasan apa yang akan kau lakukan? Saat kau tertunduk diam dan pasrah dengan penyakit yang kau alami, akankah kau menyerah begitu saja?
Siapa yang akan menangisimu ketika jasad kau tak lagi terlihat di bumi. Tubuhmu terbaring kaku di bawah tumpukan tanah, berharap hidup akan selesai setelah kau tak lagi bernafas

Sabtu, 07 Maret 2015

Anak penjual koran

Sudah dua kali aku bertemu dengan anak ini.
Kami bertemu di lokasi yang sama yaitu ditaman depan dekanat Magister pendidikan. Aku menanyainya waktu pertama bertemu:

"namanya siapa? kelas berapa de?"
"dani, ga sekolah lagi yug berhenti dari kelas dua" jawabnya (ayug sama dengan sebutan kaka atau mba)
"umur kamu berapa tahun?"
"dua belas tahun"
"mau sekolah lagi? Atau belajar?"
"ngga mau yug, ambo ga mau belajar lagi. Setiap ambo belajar dan idak pacak ngerjoi soal pasti di pecut sama abang ambo"
"terus kamu sukanya dibidang apa? Beladiri, musik, atau apa?"
"ambo suka beladiri yug"
"mau ikut taekwondo ga?"
"ngga mau, ambo udah masuk merpati putih yug. Taekwondo idak padek idak pake ilmu dalem, ambo pergi dulu ya yug mau ngejar setoran"

Baru ini aku menemukan seorang anak yang tidak sekolah bukan karena persoalan biaya, dia takut mendengar kata "belajar" belajar adalah hal yang paling menakutkan buat dia.

Keesokan harinya aku bertemu lagi dengan dani di tempat yang sama dan waktu yang sama, tapi saat bertemu dani untuk ke dua kalinya aku sedang bersama amel untuk belajar.
Seperti biasa dani menawarkan korannya,
"koran yug"
"loh kamu lagi"
"hehehe" dia senyum sambil merenges
"gimana mau belajar ga?"
"gamau yug"
"kalo belajar nya di kasih uang mau ga? Atau koran kamu aku borong tapi kita belajar ya?"
"ngga yug"
"emang cita - cita dani mau jadi apa nantinya? " tanya amel
"gatau" jawabnya sambil memutarkan kan bola matanya seakan sedang berfikir.
"kita belajar sebentar aja"
"iya, tapi jangan sekarang yug"
"yaudah, nanti kalo kita ketemu lagi belajar ya, ajak temen - temen kamu yang lainnya juga"
"iya yug"

Aku langsung berdiskusi dengan amel, kok masih ada ya mel?

Anak itu mah aku sering ketemu di gedung kuliah, tapi aku baru tau sekarang kalo dia ga sekolah.

Memangnya kau ga pernah nanyain dia mel?

Aku kira dia sama seperti anak yang biasanya berjualan koran, jualannya abis pulang sekolah.

Gimana dan apa caranya ya biar kita bisa ubah pemikirannya kalo belajar itu bukan hal yang menakutkan?

Hmmm.... Nanti kalo ketemu lagi kita kasih tontonan yang bisa membangun imajinasinya aja, supaya dia punya cita - cita, seperti waktu pak mario teguh membawa seseorang ke tempat penjualan mobil, orang itu ditanya dia mau beli mobil yang mana? Setelah itu pak mario bilang, untuk mendapat mobil itu ya kamu harus belajar.

Berarti mimpi dan cita - cita itu sangat perlu ya untuk memotivasi kita supaya terus belajar. Eh kamu kan anak fkip nih, pernah ngajar anak - anak yang putus sekolah ga sebelumnya?

Gapernah sih, tapi kalo ngajar anak - anak dipanti asuhan pernah.

Kamu kenapa ga kuliah di Jakarta aja?

Gadapet mel.

Kan banyak universitas swasta yang bagus.

Untuk sekian kalinya aku mendapat pertanyaan ini. Karena prinsip ku, aku gamau kuliah di universitas swasta.

Kamu idealis banget sih kit

Apaan sih mel, yaudah kita terusin lagi belajarnya.

Ini hanya satu sampel anak yang takut "belajar" padahal belajar adalah hal yang paling menyenangkan jika di jadikan hobi.

Untuk orangtua : Jangan memaksa anak untuk belajar, paksalah dia untuk beribadah! Jangan menilai anak kalian bodoh karena tidak bisa mengerjakan soal, karena setiap anak memiliki nilai kecerdasan yang berbeda - beda di bidangnya.

Sabtu, 28 Februari 2015

Just Celoteh

Dari pada blog ga keisi dan cuman bisa menuhin twitter, facebook dan path dengan status yang sok iye. Mending tuangin disini aja.

Berawal dari ketidak sukaan menjadi memahami, aku yang hanya mempunyai nilai UN fisika lima koma enam sekarang udah tiga puluh dua bulan belajar dan menggelutinya.
Dari bidang ilmu fisika yang makrokopis seperti fisika klasik sampai yang ke mikroskopis sepeti fisika kuantum, waktu semester satu aku tidak mempunyai tujuan sama sekali buat masuk fisika MIPA ini.
Bukan karena salah jurusan, bukan karena salah ngeklik pas pendaftaran, tapi jurusan ini aku ambil buat cadangan jika tidak diterima di pilihan Universitas yang ada di Jakarta.
Tes SMPTN pun berlangsung selama tiga hari dan beberapa minggu kemudian pengumuman, pas pengumuman aku tidak berani buat melihat langsung dan akhirnya dinda temen SMA ku yang pertama melihat pengumuman online itu kalau aku diterima di Universitas Bengkulu
Balik lagi ke cerita semester satu yang masih kebawa hawa kebiasaan SMA dan pengetahuan ku yang kurang tentang dunia perkuliahan itu gimana?

- Semester satu dan dua itu bagaikan berjalan diatas awan, cuman berfikir yang penting kuliah dari pada nganggur atau kerja. Iya mungkin kalian pikir aku pemalas yang tidak mau bekerja dan memang pikiran kalian itu benar!
Aku belum siap kerja waktu baru lulus SMA, sifat manja dan kekanak - kanakan ku masih sangat pekat.
Berfikir kalau kerja tuh pasti capek? Dan sekarang aku menemukan jawabannya "orang hidup itu harus mau capek" kita duduk - duduk aja berasa capek, kita tiduran terus juga berasa capek pegal - pegal dan pasti kepala jadi pusing karena kebanyakan tidur.

- Semester tiga dan empat aku mulai mengenal organisasi dari tingkat fakultas maupun Universitas. Di semester ini aku banyak mengenal kaka tingkat, kita sering sharing bareng dan aku mulai menyusun semuanya sebelum terlambat, salah satunya aku memikirkan untuk mengambil bidang ahli instrumentasi untuk semester selanjutnya.

- Semester lima dan enam, kenapa aku mengambil bidang ilmu instrumentasi? Setiap keputusan pasti ada alasanya
Ini alasannya:
Melihat perkembangan teknologi dalam dunia modern yang semangkin canggih, peralatan teknologi yang semakin lama semakin kecil mungkin nantinya akan ada chip yang langsung masuk ke otak dan memancarkan datanya melalui retina mata serta ketertarikan aku dalam komponen elektronika semikonduktor.
Pernah mikirin ga alat komunikasi yang kalian gunakan sekarang isi dalemnya apa aja? Bukan instagram, path, facebook, ask dan twitter ya.
Atau sederhananya remote tv yang kalian pegang buat ganti chanel, kenapa begitu ditekan angka satu dia langsung berubah sesuai perintah?
Kalo penasaran pelajari ilmu instrumentasi #promosi.
Dan angka satu dan nol atau disebut bilangan binner itu sangat berpengaruh dalam perkembangan teknologi, jangan meremehkan angka satu dan nol yang seakan tak ada nilainya.
Seperti jangan pernah meremehkan temen yang memiliki ipk rendah, bisa saja di dunia kerja dia lebih hebat dari pada kamu yang hanya memegang buku untuk mendapatkan ipk tinggi.

- Semester tujuh dan delapan dan mudah - mudahan cuman sampe delapan, walaupun kecil harapan #apadah
Yap! Ini adalah fase dimana para mahasiswa/i mengalami tekanan dari orang tua dan dosen pembimbing. Tugas Akhir atau SKRIPSI penentu untuk mahasiswa/i berwisuda ria~

Akan ada masanya ditanya kapan seminar skripsi ka?
Akan ada masanya bingung dengan judul
Akan ada masanya mentok dalam penulisan kesulitan dalam penafsiran bahasa ilmiah
Akan ada masanya mencari dosen pembimbing
Akan ada masanya ditanya kapan wisuda?

Akan ada masanya kangen dengan masa - masa perkuliahan

Jumat, 02 Januari 2015

Mulai ragu

Tidak tau harus berbicara kepada siapa, aku ingin pulang liburan semester ini tapi aku juga harus memikirkan kuliah dan hobby ku.
Aku harus tetap disini untuk melakukan kursus dan ujian kenaikan sabuk, tapi rasa ini yang di sebut "rindu" sangat dekat mengajak ku untuk kembali ke Jakarta
Bukan hanya untuk sekedar menemui Ibu, ada rindu lain yang harus aku temui "kamu"! Walaupun kamu tak sebaik "dia" tapi kamu salah satu orang yang mengisi semangat ku.
Walau mungkin hal yang sama kamu lakukan pada perempuan lain, aku tau itu kok, aku ngerti.
Tingkah bodoh, apa adanya, perbuatan untuk berubah menjadi lebih baik dengan berhenti merokok dan mencoba menjadi Hamba-Nya yang taat. Itu udah bisa buat aku tersenyum, setidaknya perkenalan kita selama ini membawa efek positif.
Aku CAPEK! Bosen!
Seharusnya aku ga boleh menulis itu.
Mungkin memang benar kata gunawan "kamu itu kit butuh liburan, gimana gak capek orang kegiatan mu padet banget"
Iya aku emang butuh liburan tapi aku juga butuh mengambil waktu liburan buat belajar tambahan, karena di jurusan pilihan ini dosen pengajar dan alatnya kurang harus bisa nyari ilmu tambahan di luar.
Apa yang harus aku lakukan? Nyari tempat hangout di Bengkulu kotanya tempatnya udah pernah aku datengin semua. Harus ke luar dari kota Bengkulu? Mana dapet izin dari mas nanuk -_-
Semoga dapet sisa waktu untuk liburan.

Sabtu, 06 Desember 2014

Rasa

Saat terdiam melihat awan putih di langit biru, merasakan hembusan angin senja, menikmati alunan musik klasik yang membuat aku merasa lebih terjaga.
Aku melihat suatu sosok anak laki - laki dia masih dibawah umur untuk merasakan susahnya mencari uang dan merasakan kerasnya terpaan badai dikala hujan.
Dia berjalan dengan telanjang kaki merasakan sisa panasnya aspal yang terpancar dari terik matahari disiang hari.
Terpikir oleh ku, siapakah aku selama ini? Apakah aku bisa sepertinya? Membagi waktu belajar dengan berjualan.
Apa yang aku lakukan selama ini? Hanya bisa menghamburkan uang orangtua dan meminta di saat uang itu habis.
Walau orangtua tidak keberatan untuk mengasinya, aku malu! Malu dengan diriku sendiri, rasa lelah, capek, bosen membaca buku, ngeluh disaat mengerjakan tugas kuliah, itu semua harus aku lawan.
Inget kit! Adek itu saja tidak mengeluh saat ia mejajakan barang dagangannya dengan orang lain, ia tidak malu, tidak menyerah meski dagangannya ditolak, dia terus mencoba menawarkan dagangannya menyimpan harapan membawa uang untuk ibu dan adik - adiknya.

Hidup itu sebenarnya sederhana, menyerah atau terus berjuang.

Rabu, 19 November 2014

Diam

Diam
Bukan berarti tak peduli
Diam
Bukan berarti tidak memperhatikan
Diam
Kadang di dalam diam ada teriakan kencang
Di dalam diam ia akan menyimpan cintanya, tanpa ada orang lain yang tau
Tapi diam mulai bosan sendiri, ia memilih menemui gemuruh ombak untuk bercerita
Bukan karena tidak mempunyai kawan, tapi ia tau jika berbicara pada manusia ceritanya akan menjadi terpaste
Karena diam percaya jika takdir sudah menjadi ketentuan
Sejauh apapun menghindar, sekeras apapun melupakan ia akan kembali
Kembali kepada pemiliknya

 
Copyright 2012 Tulisanku Semauku. Powered by Blogger - Images by Wpthemescreator
Blogger by Blogger Templates and 3 Columns Blogger Templates